Senin, 31 Januari 2011

DPR Usul Bentuk Polisi Khusus Pemantau Makanan

JAKARTA, (MK).- Akibat maraknya makanan mengandung zat berbahaya yang mengancam keselamatan masyarakat, DPR RI mengusulkan pembentukan Polisi Khusus pemantau makanan yang membantu Badan Pengawas Obat dan Makananan mengamankan pangan nasional.

Demikian salah satu pemikiran yang mengemuka pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Jakarta.

Salah satu anggota komisi itu, Subagyo Partodiharjo (Fraksi Partai Demokrat) berpendapat, BPOM perlu membentuk satuan Polisi Khusus (Polsus) untuk tugas pemantauan makanan serta kandungan zat yang ada di dalamnya.

"Hal itu penting, mengingat belakangan ini marak terjadi makanan siap konsumsi seperti `snack` yang mengandung bahan kimia berbahaya, apakah formalin, zat pewarna berbahaya dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ia menambahkan, jika pada kementerian atau lembaga lain bisa saja ada Polsus, mengapa BPOM tidak.

"Apalagi ini menyangkut langsung pada kesehatan dan keselamatan manusia," katanya.

Subagyo Partodihjarjo kemudian mengingatkan BPOM agar memperhatikan betul jenis makanan yang patut untuk anak-anak, guna menghindari keadaan tidak diinginkan saat mengonsumsinya.

Produk Impor

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hernani Hurustiati, menyorot khusus masalah pentingnya pengkajian terhadap produk-produk impor.

"Semua produk dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, mutlak harus dilakukan pengkajian khusus, demi melindungi konsumen domestik dari bahaya zat kimia," tegasnya.

Hernani Hurustiati pun mempertanyakan kerja sama lintas kementerian dan lembaga departemen antara BPOM RI dengan instansi terkait lainnya.

Misalnya kerjasama dengan pihak Lembaga Pengawas Obat dan Makanan Nahdatul Ulama Indonesia (LPOM NUI) yang dijadikan rujukan standarisasi halal atau tidaknya suatu produk.

Lemahnya Penegakan Hukum

Kepala BPOM Kustantinah ketika menanggapi berbagai masukan serta kritikan, mengatakan rendahnya putusan yang dijatuhkan kepada para pelanggar hukum tindak pidana bidang obat-obatan dan makanan merupakan salah satu penyebab tidak efektifnya upaya penegakan hukum.

"Harus diakui, kami membutuhkan dukungan dari anggota DPR RI, khusunya Komisi IX agar BPOM memiliki payung hukum yang jelas sehingga BPOM memiliki wewenang jika terjadi pelanggaran di bidang obat-obatan dan makanan", ujarnya.

Ditambahkannya, belum adanya kesepahaman dengan aparat penegak hukum tentang tindak pidana bidang obat dan makanan, walaupun secara rutin BPOM telah menyelenggarakan forum koordinasi dengan aparat penegak hukum, menjadi kendala lainnya yang kerap dihadapi para penyidik BPOM di lapangan.

"Akibatnya, seringkali Putusan Hukum yang dijatuhkan tidak memiliki efek jera dan tidak sebanding dengan keuntungan finansial yang didapatkan para pelanggar hukum. Hal ini mengakibatkan pelanggaran berulang dan bahkan menjadi contoh bagi para pelanggar hukum yang lain", kata Kustantinah. (*)

Tenaga Kerja yang Siap Bekerja

MEMBICARAKAN mengenai tenaga kerja, tidak akan ada habisnya. Banyaknya pengangguran seringkali menjadi masalah pada perekonomian. Banyaknya pengangguran, berarti produktivitas menurun dan menurunnya pendapatan masyarakat. Situasi ini seringkali dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial dan akhirnya mengganggu pertumbuhan, pembangunan dan pemerataan ekonomi.

Berdasarkan hasil survey BPS, Angkatan Kerja Nasional yang diolah Pusdatinakerhingga Februari 2010 jumlah pengangguran terbuka di Jawa Barat mencapai jumlah 2.031.550 orang.

Dari jumlah tersebut 123.938 diantaranya merupakan pengangguran terdidik dengan pendikan sarjana. Padahal seorang sarjana seharusnya mempunyai kemampuan dan pikiran yang lebih dibandingkan dengan yang bukan sarjana. Seorang sarjana harus mampu berpikir kreatif dan inovatif. Sarjana seharusnya menjadi pelopor atau pembuka lapangan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan. Namun tidak semua sarjana memiliki pikiran dan kualifikasi seperti itu. Seorang kualifikasi sarjana sebaiknya bukan pencari kerja, tetapi pencipta lapangan pekerjaan.

Mengapa mereka lebih senang mencari kerja bukan menciptakan pekerjaan ? Jawabnya, karena kualitas individu itu sendiri. Kualitas indvidu tidak disiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja. Materi pendidikan yang diajarkan di perguruan tinggi kurang menunjang terhadap penciptaan pekerjaan. Materi yang diajarkan terlalu teoritis dan ilmiah, seharusnya dibuat lebih praktis dan memenuhi kebutuhan pasar.

Selain itu, yang harus diperhatikan lagi adalah kemampuan dari para sarjana. Banyaknya pengangguran karena kualifikasi pelamar tidak sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Seperti kemampuan bahasa asing terutama Bahasa Inggris yang kurang, kemampuan mengoperasikan komputer dan juga kemampuan akutansi.

Dari berbagai even job fair diperoleh data bahwa kesempatan kerja sebenarnya cukup banyak. Namun pelamar yang memasukan kualifikasi pendidikan dan skill yang dimiliki banyak yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang diminta perusahaan. Akhirnya, banyak yang ditolak atau tidak lulus tes.

Kemudian bagi tenaga sarjana, umumnya tidak menyukai pekerjaan sebagai marketing atau sales. Pekerjaan ini tidak disukainya mengingat pekerjaannya di lapangan. Umumnya, mereka ingin kerja kantoran. Padahal, untuk mematangkan diri terutama menyesuaikan dengan kondisi kerja, profesi salespun sungguh mulia, karena didalamnya ada proses jual beli, proses saling mempengaruhi atau komunikasi dan sekaligus mempraktekan teori promosi melalui tatap muka.

Pemerintah telah menyiapkan iklim yang positif bagi mereka yang ingin berusaha atau membuka lapangan pekerjaan. Upaya pemerintah itu terlihat dari disediakannya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tahun 2009 plafon KUR hanya Rp 5 juta. Ditahun 2010 dan seteryusnya, konon menjadi Rp 20 juta. Peminjam tidak wajib menyertakan anggunan. Cukup kelayakan usahanya. Artinya, usahanya yang berprospek baik dan ada kesanggupan mengembalikan. Bidang perijinan semakin dipermudah dan biayanya dipermurah. Semua itu untuk mendukung penciptaan lapangan kerja atau usaha baru.

Harus disadari sekali lagi, disamping usaha pemerintah menyediakan lapangan kerja, sebaiknya para calon tenaga kerja lebih menyiapkan diri dan menambah kualitas diri mereka agar dapat lebih mudah memenuhi kualifikasi yang diinginkan oleh perusahaan. Seperti kemampuan berbahasa minimal lancar berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan, selain itu kemampuan komputer yang lebih juga diperlukan dalam era teknologi seperti sekarang ini. Jadi para calon tenaga kerja tidak hanya mengandalkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah, namun juga memiliki berbagai kelebihan lain yang bisa menunjang pekerjaan nantinya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berhasil menyalurkan tenaga kerja lewat Program Satu juta kesempatan kerja. Hal demikian secara politis telah dilaunching oleh Gubernur pada Tanggal 26 Oktober 2010 di Lapangan Gasibu dan disaksikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmgrasi. Telah terdaftar 1 juta kesempatan kerja dengan data by name (nama), by addres (alamat), by job (jenis pekerjaan), by company (perusahaan penerima). Pencapaian 1 juta ksempatan kerja itu, sebagai salah satu upaya untuk menekan angka pengangguran. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun melakukan berbagai upaya pelatihan keterampilan terutama bagi kaum perempuan. Diharapkan berbagai pelatihan tersebut dapat dijadikan sebagai bekal untuk membuka lapangan usaha yang berdampak pada pencptaan lapangan pekerjaan yang baru.

Dengan adanya satu juta kesempatan kerja itu, Pemerintah telah berhasil memenuhi targetnya. Sebanyak 1.063.213 orang telah tersalurkan sebagai tenaga kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Yang dicapai Pemerintah itu perlu diacungkan jempol. Namun kita sangat berharap lagi mengingat ditahun sekarang dan mendatang masih ada jutaan tenaga kerja lagi yang menunggu termasuk tenaga terdidik setingkat sarjana. Untuk hal inipun Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berkeinginan mencapai 1 juta kesempatan kerja lagi di akhir masa jabatannya. Namun menurutnya, syarat-syaratnya harus terpenuhi, misalnya, kondisi keamanan terpelihara, pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi yang cukup, kreatifitas dan terutama kinerja aparatur pemerintah yang tinggi serta seluruh pimpinan daerah menunjang dan responsif.

Atas keinginan yang mulia dari Gubernur itu, wajib kita mendukungnya. Bagi tenaga kerja yang belum bekerja, maka harus menyiapkan diri. Menyiapkan kemampuan praktis dan skillnya. Menyiapkan mental untuk berkompetisi dengan para saingannya. Mengasah kemampuan bahasanya dan jangan lupa berdo’a agar diberikan jalan yang baik. “barang siapa yang kuat keinginannya, maka akan lebih besar kesempatan memperoleh tujuannya”.

Kita harus optimis menyongsong kedepan. Untuk mencapai kemajuan itu diperlukan perjuangan, kesabaran dan do’a. Mudah-mudahan.


Sumber : Dari berbagai sumber
Penulis : Chintia-Fikom Unpad

Jabar Optimalkan Peran Balai Pengembangan Benih Hortikultura

Balai Pengembangan Benih Hortikultura dan Aneka Tanaman (BPBHAT) Jabar di Pasir Banteng, Kabupaten Sumedang, dioptimalkan untuk menghasilkan rekayasa berbagai jenis tanaman untuk meningkatkan produktivitas sektor hortikultura di provinsi itu.

"Hasil penangkaran dan rekayasa tanaman dari balai ini akan disebarluaskan kepada masyarakat umum guna mendorong budaya menanam di Jabar," kata Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan di sela-sela kunjungannya ke BPBHAT Pasir Bentang, Sumedang, Kamis.

Gubernur mengimbau masyarakat untuk kembali menggalakan gerakan menanam di pekarangan seperti warung hidup dan apotik hidup untuk mencukupi kebutuhan keluarga masing-masing.

Ia mengaku prihatin karena budaya masyarakat khususnya di perdesaan untuk menanam warung hidup dan apotik hidup terus mengendur. Akibatnya mereka tergantung kepada produk-produk hortikultura dari daerah lain atau memperolehnya dengan cara membeli di pasar.

Padahal, bila masyarakat minimal menanam sayur mayur dan lalap bisa melakukan penghematan dan bisa mencukupi sendiri kebutuhan sayur-mayurnya.

Hal sama juga dengan apotik hidup, bisa menggalakan kembali obat-obatan dari tanaman untuk penyembuhan penyakit ringan seperti sakit perut, batuk, filek, panas serta lainnya tanpa tergantung kepada obat-obatan pabrik.

"BPBHAT berkewajiban menghasilkan bibit unggul agar masyarakat bisa mendapatkan bibit tanaman yang bisa menguntungkan mereka," kata gubernur.

Pada kunjungannya di Sumedang itu, gubernur juga berkesempatan melakukan praktik menyilangkan anggrek bulan dengan Phalaenopsis Anabilis. Bahkan secara spontan gubernur menamai hasil persilangan anggrek itu dengan nama Phalaenipsis NettyHer yang diambil dari nama istrinya Netty Heryawan.

Meski sudah mendapatkan nama baru, namun berhasil atau tidaknya persilangan oleh Gubernur Jabar itu baru diketahui empat bulan ke depan. (*)

Purwakarta Canangkan Gerakan Penanaman Jagung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Provinsi Jawa Barat mencanangkan gerakan penanaman jagung di atas lahan tidur, seluas 32 hektare, awal pekan ini.

Humas Pemkab Purwakarta, Rabu menyebutkan, lahan tidur seluas itu merupakan lahan yang telah dikuasai perusahaan indusri di Desa Wanakerta, Kecamatan Bungursari.

Lahan daratan tersebut dimanfaatkan oleh petani, sebelum dibangun untuk pabrik inbdustri.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memerintahkan jajaranya untuk menginventarisasi lahan-lahan tidur di wilayah untuk ditanami jagung oleh petani setempat, dan sekaligus upaya meningkatkan produktivitas pertanian.

Sedangkan Kabid Pertanian Dinas Pertanian, Perhutanan dan Perkebunan Kabupaten Purwakarta Dedi Setiadi mengatakan, pihaknya menargetkan produksi jagung sebanyak 25.685 ton tahun 2010.

"Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Purwakarta," katanya, dan menambahkan produksi jagung di Purwakarta mencapai sepuluh ton per hektare.

Pemkan Purwakarta juga terus mendorong para petani, dengan memberikan batuan benih jagung secara cuma-cuma.

Selama tahun 2010, kata dia, telah disalurkan benih jagung gratis untuk 1.500 hektare.

Dedi menyebutkan pihaknya telah menggandeng pihak swasta untuk pemasaran produksi jagung.

Kabupaten Purwakarta juga memiliki potensi untuk budi daya kedelei, ubi kayu dan kacang tanah, dengan ketersediaan lahan daratan sekitar 8.000 hektare milik petani.

"Di Kabupaten Purwakarta terdapat lahan pertanian sekitar 18.000 hektare, dan separuhnya untuk pertanian daratan," kata Dedi. (*)

Aktivitas Budidaya Ikan Di Jatiluhur Berkurang

Aktivitas budi daya ikan kolam jaring apung (KJA) di perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat berkurang dalam sebulan terakhir, seiring dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menguntungkan.

"Kondisi cuaca semakin tidak menguntungkan, dan diperkirakan berlangsung hingga dua bulan ke depan," ujar Ade, seorang pembudidaya, di Jatiluhur, Rabu.

Ia menyebutkan, penanaman benih ikan kini dikurangi hampir 50 persen, selain pengurangi jumlah kolam.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menghindari kematian ikan secara massal di tengah memburuknya cuaca.

Diperkirakan, cuaca semakin memburuk pada musim hujan, Januari-Pebruari 2011, katanya.

"Biasanya pada puncak musim hujan terjadi arus balik (terbaliknya air dan kotoran di dasar waduk ke permukaan) Waduk Jatiluhur. Kondisi itu tidak jarang berakibat kematian ikan secara massal," katanya.

Di perairan Waduk Jatiluhur kini terdapat sekitar 22.000 unit KJA, namun banyak kolam yang ditinggalkan pemiliknya karena tidak digunakan.

"Kami tidak mau mengambil risiko (kematian ikan), sehingga banyak kolam yang tidak digunakan. Benih ikan yang ditanam juga jauh lebih sedikit dari biasanya," kata Baban Purnama, pembudidaya ikan lainnya.

Berkurangnya aktivitas budi daya ikan Waduk Jatiluhur, telah berimbas pada usaha jasa penyeberangan dari dan ke lokasi budi daya ikan KJA.

Warisdi, seorang pemilik perahu mengaku, penggunaan perahu untuk antar jemput dari dan ke lokasi budi daya, terasa sepi seiring dengan berkurangnya kegiatan budi daya ikan di Waduk Jatiluhur belakangan ini.

"Pendapatan kita anjlok, karena jarangnya muatan," katanya.

Kabid Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Purwakarta, Komaran, menyatakan bahwa pihaknya telah mengingatkan para pembudidaya ikan di Waduk Jatiluhur, sehubungan dengan memburuknya cuaca di setiap akhir dan awal tahun itu.

"Pokoknya harus mengurangi volume penanaman benih ikan, di samping mengurangi jumlah kolam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi memburuknya cuaca yang seringkali menyebabkan kematian ikan secara massal," katanya.(*)

Jabar Kembangkan Bibit Ikan Nila Salin

Provinsi Jawa Barat akan mengembangkan bibit ikan nila Salin, jenis ikan bibit unggul yang akan mulai dibudidayakan pada 2011.

"Jabar bekerjasma dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan ikan nilai salin. Lokasinya di Karawang, yang diharapkan 2011 sudah bisa dibudidayakan secara luas," kata Kepala Dinas Perikanan Jawa Barat Ahmad Hadadi di Bandung, Rabu.

Menurut Hadadi, ikan nila merupakan jenis ikan yang akan dikembangkan lebih intensif di Jawa Barat. Produksinya saat ini telah mencapai 190.000 ton per tahun.

"Produksi ikan nila Jabar tertinggi dari sektor budidaya, kemudian disusul ikan mas, lele, patin dan lainnya," katanya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Perikanan Jabar itu menyebutkan, ikan nila salin itu merupakan sinergitas dengan pengembangan ikan nila unggul di mana BPPT mengembangkan strain ikan nila salin 20.

Ikan jenis ini nantinya bisa hidup pada perairan yang memiliki salinitas 20 permil. Pengembangan ikan Nila jenis ini juga ditujukan untuk mendukung pemanfaatan lahan tambak yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal atau terbengkalai.

"Keunggulan ikan nila selain ini memiliki kemampuan adaptasi dan daya tahan terhadap fluktuasi kadar garam, sehingga cocok untuk budidaya payau," katanya.

Menurut Hadadi, di Jawa Barat memiliki sejumlah strain bibit ikan unggul, termasuk untuk ikan nilai. Sebut saja ikan nila gif, nirwana, albino serta yang lainnya.

Namun sebagian besar pengembangan ikan nila saat ini lebih banyak di perairan tawar, namun ke depan akan dikembangkan untuk pemanfaatan lahan tambak yang terbengkalai di sejumlah kawasan pantai di Jabar.

Pengembangan jenis ikan unggul itu, kata Hadadi merupakan bagian dari program pembangunan sektor perikanan Jabar yang menargetkan mampu memcapai produksi 1,4 juta ton ikan pada 2014. Pada 2010, Jabar mencatat produksi 570.000 ton, dan 2011 diproyeksikan mampu mencatat total produksi ikan budidaya, perairan umum dan laut sebanyak 700.000 ton.

Dana APBN untuk sektor kelautan di Jabar cukup signifikan, sedangkan APBD Jabar sendiri telah mengalokasikan anggaran bibit ikan senilai Rp1 miliar pada 2011.

Selain pengembangan ikan nila, Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Dinas Perikanan Jabar juga menggenjot budidaya udang "Paname" di kawasan Pantura maupun pantai selatan Jabar.

Kemampuan penangkapan ikan para nelayan juga ditingkatkan salah satunya dengan bantuan perlengkapan jaring, kapal maupun mesin.

Selain itu Dinas Perikanan Jabar juga telah menjalin kerjasama dengan PT Al Bahri dalam pemberian fasilitas permodalan bagi nelayan bididaya.

"Total modal yang akan disebar dari kerjasama itu senilai Rp5 miliar, disalurkan melalui kelompok. Pengembalian pinjaman lunak itu dilakukan setelah panen," kata Kepala Dinas Perikanan Jabar itu menambahkan. (*)

Jabar Targetkan Produksi Ikan 700.000 Ton

Jawa Barat menargetkan produksi ikan budi daya maupun tangkapan sebanyak 700.000 ton pada 2011.

"Potensi peningkatan produktivitas perikanan Jabar masih bisa dikembangkan dalam rangka mencapai target produksi ikan sebanyak 700.000 ton pada 2011," kata Kepala Dinas Perikanan Jabar, Ahmad Hadadi di sela-sela sosialisasi produksi perikanan budi daya di Bandung.

Menurut Hadadi, pihaknya optimistis peningakatan produksi ikan Jabar bisa meningkat baik dari perikanan budi daya maupun ikan tangkapan.

Produksi ikan Jabar pada 2010 mencapai 570.000 ton, namun sebagian besar produksinya masih ditopang oleh produksi ikan budi daya dengan total produksi mencapai 450.000 ton sedangkan sisanya dari ikan tangkapan perairan umum maupun laut.

"Produksi ikan budi daya di Jabar masih dominan, namun dilain pihak ikan tangkapan perairan umum dan laut meningkat. Program budi daya dikembangkan di Pantura dan Jabar selatan dengan menebar benih unggul," kata Hadadi.

Selain melakukan program intensifikasi lahan, Dinas Perikanan Jabar yang didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan juga melakukan perluasan areal budi daya salah satunya dengan mengaktifkan kembali tambak-tambak yang terlantar.

"Sejumlah benih ikan unggul sudah disiapkan untuk 2011 sehingga membuat kami optimistis bisa meraih peningkatan produksi," katanya.

Budi daya ikan saat ini antara lain ikan mas, nila, lele, patin, udang, bandeng serta yang lainnya. Termasuk pula rumput laut yang dikembangkan di kawasan Pantura dan pantai selatan Jabar.

"Budi daya rumput laut di pantai selatan Jabar memang masih kecil dan terpencar-pencar, namun 2011 ini akan diperluas dan ditingkatkan kapasitasnya," katanya.

Bila pengembangan budi daya ikan air tawar sudah tidak ada masalah lagi bagi Jabar, produktivitas ikan perairan umum dan laut justeru masih kecil kontribusinya.

Salah satu kendala masih kecilnya produksi tangkapan ikan laut antara lain kapasitas kapal para nelayan masih kecil di bawah 35 gross ton (GT), sehingga tidak bisa melaut ke laut lepas.

"Kapal mereka kecil-kecil, hanya sebagian kecil yang melaut dengan kapal besar. Akibatnya berpengaruh terhadap produktivitas tangkapan dan pengaruh cuaca juga signifikan," katanya.

Ia menyebutkan, hampir 70 persen dari total 100.000 nelayan Jabar merupakan nelayan yang menggunakan perahu kecil di bawah 35 GT. Akibatnya aktivitas melaut mereka sangat tergantung kepada cuaca di lautan.

"Cuaca buruk dan gelombang tinggi seperti saat ini mereka tak bisa melaut, akibatnya mereka kehilangan pendapatan. Imbasnya harga ikan laut bisa naik," kata Ahmad Hadadi.

Untuk itu, Dinas Perikanan Jabar dan DKP mencoba menggenjot program perikanan budi daya air payau maupun air laut. Sehingga para nelayan tidak lagi menganggur saat cuaca buruk karena bisa ditopang oleh penghasilan mereka dari budi daya yang dikembangkannya.

Pengadaan Bibit Ikan Jabar Hampir Rp 1 Miliar

Dinas Perikanan Jawa Barat mengalokasikan anggaran pengadaan bibit ikan unggul hampir menembus Rp1 miliar pada 2011.

"Anggaran untuk pengadaan bibit ikan unggul tahun 2011 hampir mencapai Rp1 miliar. Alokasinya bagi perikanan budidaya maupun menanami perairan umum," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Barat, Ahmad Hadadi.

Ia menyebutkan, pengadaan bibit ikan unggul merupakan salah satu prioritas Jawa Barat dalam upaya merealisasikan peningkatan produktivitas sektor perikanan di provinsi itu yang pada 2011 mentargetkan 700.000 ton.

Bibit ikan itu, kata Hadadi, seluruhnya untuk perikanan budidaya maupun program penanaman ikan di perairan umum, seperti sungai dan waduk yang ada di provinsi itu.

Ia menyebutkan, penanaman bibit ikan unggul itu berasal dari berbagai jenis antara lain ikan nila, mas, gurame, patin, lele serta yang lainnya. Selain melakukan pengadaan bibit, Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar juga menggandeng BPPT untuk pengembangan benih ikan unggul, salah satunya Ikan Nila Salin yang dikembangkan di Karawang.

Selain mendorong pengembangan ikan budidaya darat, juga pada 2011 meningkatkan produktifitas peribakan budidaya air payau dan laut. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan-lahan tambak yang terlantar di pantai utara maupun selatan Jabar.

"Selain pengembangan budiaya ikan payau, juga budidaya udang dan rumput laut. Hasilnya pada 2010 sudah signifikan," kata Hadadi.

Di samping menganggarkan dana untuk bantuan bibit ikan, Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar juga menggandeng mitra untuk pemberdayaan nelayan melalui dana modal budidaya pengembangan udang dan rumput laut.

Salah satunya, kata Hadadi, Jabar menggandeng lembaga permodalan Al-Bahri yang siap mengucurkan bantuan modal lunak kepada para nelayan di pantai utara Jabar untuk pengembangan udang jenis Paname.

"Sistem pembayarannya dilakukan setelah para nelayan panen," katannya.

Minggu, 30 Januari 2011

SMA Akreditasi C, Boleh Ikut Undangan

Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 memberikan kesempatan kepada siswa pada sekolah berakreditasi C untuk mengikuti SNMPTN melalui jalur undangan yang sebelumnya hanya dapat diikuti sekolah berakreditasi A dan B.

"Kesempatan ini diberikan kepada sebanyak 10 persen siswa yang memiliki prestasi akademik terbaik di sekolahnya," kata Rektor IPB Herry Suhardiyanto selaku Ketua Umum Panitia SNMPTN 2011 didampingi Rektor Universitas Andalas Musliar Kasim selaku Ketua Majelis Rektor PTN dalam jumpa pers di Jakarta.

Herry menyatakan sebelumnya jalur undangan diprioritaskan bagi siswa kelas 12 pada sekolah berakreditasi A dan B yang duduk di peringkat 25 persen terbaik.

Kebijakan baru ini mengakomodasi masukan dari para kepala sekolah, guru, siswa, orang tua siswa termasuk insan pers selama kegiatan sosialisasi.

Ia mengatakan, jumlah persentase kuota siswa berprestasi yang diperkenankan untuk mengikuti seleksi ujian SNMPTN 2011 dari masing-masing sekolah berdasarkan tingkat akreditasinya, yakni sekolah akreditasi A (kelas akselerasi) diperbolehkan mendaftarkan siswa berprestasinya sebanyak 100 persen, akreditasi A (RSBI/Unggulan) sebanyak 75 persen, akreditasi A (Reguler) sebanyak 50 persen, akreditasi B sebanyak 25 persen dan akreditasi C sebanyak 10 persen.

Untuk SNMPTN 2011 ini, kuota yang disediakan sebanyak 165.034 kursi. SNMPTN akan diikuti 60 PTN seluruh Indonesia.

Untuk jalur undangan disediakan kuota sebanyak 53.850 kursi atau 33 persen. Sedangkan jalur ujian tulis sebanyak 111.184 kursi atau 67 persen.

"Meskipun sudah diberitakan jatah persentase pendaftarannya seperti itu, namun mereka yang mendaftar belum tentu diterima semua. Rektor akan tetap melakukan seleksi. Misalnya di kelas ada 30 siswa, 75 persen berarti sekitar 20 orang. Jika ada yang tidak mau, maka siswa urutan ke 21 atau 22 tidak bisa menggantikan siswa yang tidak mau tersebut. Itu juga berlaku bagi sekolah reguler, akreditasi B dan C," ujarnya.

Herry yang juga selaku Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan kompetisi dilakukan secara terbuka. Artinya, siswa dari kelas akselerasi, RSBI, regular, akreditasi B dan C akan bersaing memperebutkan tempat di masing-masing program studi (prodi).

Tidak ada pemisahan seleksi antara sekolah-sekolah tersebut. "Kompetisinya tergantung prodi yang diminati. Itu ada di daftar masing-masing rektor. Kalau biaya pendidikan kewenangan ke rektor masing-masing. Kalau IPB, apakah undangan atau tertulis bahkan Ujian Talenta Masuk (UTM), sama," katanya.

Dijelaskannya setiap kepala sekolah dituntut lebih aktif mengunduh profil sekolahnya. Nantinya, setiap sekolah mendapatkan kuota berapa siswa yang bisa mengajukan.

Siswa kemudian membayar uang pendaftaran dan mendapatkan pin. Dengan pin tersebut siswa bisa mengakses data diri. "Sedangkan siswa yang tidak mampu biaya pendaftaran ditanggung APBN," katanya.

Herry menambahkan dengan sistem pendaftaran dalam jaringan (online) membuka peluang bagi seluruh sekolah, termasuk dari daerah terpencil.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 34/2010 mekanisme penerimaan mahasiswa baru PTN 2011 dilakukan dengan pola seleksi nasional melalui jalur ujian tertulis/keterampilan dan jalur undangan.

Sedangkan tahun 2010 SNMPTN hanya dilaksanakan melalui ujian tertulis/keterampilan. Adapun syarat sekolah yang dapat mengikuti jalur undangan adalah telah berakreditasi A, B, atau C dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan atau terdaftar pada basis data SNMPTN 2010.

Informasi awal mekanisme penerimaan mahasiswa baru melalui jalur undangan dapat dilihat pada laman www.snmptn.ac.id. Pendaftaran SNMPTN jalur undangan pada 1 Februari-12Maret 2011. Pengumuman pada 18 Mei 2011. Adapun registrasi mahasiswa baru pada 31 Mei dan/atau 1 Juni 2011.

Pendaftaran dapat dilaksanakan melalui laman http://undangan.snmptn.ac.id dengan mekanisme pembayaran melalui Bank Mandiri. (*)


Mendapatkan pesta kejutan di hari ulang tahun yang ke-19 tahun, Shireen Sungkar mengaku sama sekali tidak terpikirkan mengenai masalah itu. Meski dilakukan di lokasi syuting, namun kekasih Teuku Wisnu itu sama sekali tidak menyangka jika pesta kejutan ini akan diberikan kembali kepadanya pada tahun ini. Berbeda dengan tahun yang lalu, Shireen sudah bisa menebak jika dirinya akan mendapatkan pesta kejutan di lokasi syuting.

Namun pada tahun ini, Shireen sama sekali tidak membayangkan jika pesta kejutan tersebut akan kembali digelar untuknya. Pasalnya, menurut Shireen sejak siang hari semua orang yang berada di lokasi syuting sangat biasa saja jika dibandingkan sejak tahun lalu.

"Senang, kalau ingat sih dia ingat kalau gak ingat saya marah. Tapi ya senang aja walaupun sudah berkali-kali di lokasi syuting, dah kaya rutinitas kantor. Mama datang mengucapkan happy birthday, yang penting, sih, doanya. Senang, tapi gak kaya tahun lalu, sudah tahu mau di kerjain kalau hari ini datar aja kaya tadi siang aku minta pulang jam 12 malam. Tadinya mau ke rumah kakak. Ternyata, masih banyak sceene jadi di sini. Ternyata, mama dan Wisnu bikin suprise,"ujarnya di Jalan Kakas No. 7 Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (27/1/2011) dini hari.

Lalu apakah hadiah yang diberikan Shireen dari sang kekasih? Dengan tersenyum, Shireen mengatakan jika hadiah yang paling menarik dari Teuku Wisanu adalah kucing. Shireen lebih memilih diberikan kucing jika ketimbang bunga. Bagi anggota 'The Sister' ini kucing lebih bagus ketimbang bunga. "Iya, karena aku lebih suka kucing. Lagipula aku sudah minta sama dia (Wisnu) untuk ngasih kucing saja daripada bunga,"tegasnya dengan melirik sang kekasih.

Kebahagiaan Shireen juga semakin bertambah saat sang ibunda juga ikut memeriahkan hari jadinya yang ke-19 tahun. Fanny Bauty terlihat membawakan kue ulang tahun kepada sang anak. Menurut Fanny, dirinya kembali mengingat saat dimana melahirkan Shireen tepat pukul 00.00 WIB.

PKB Dukung Gubernur Dipilih DPRD


Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan partainya mendukung gubernur dipilih secara tidak langsung yakni melalui dewan perwakilan rakyat daerah.

"PKB berpandangan bahwa gubernur sebaiknya dipilih DPRD dan mendapatkan pengesahan dari Presiden karena kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah," katanya dalam diskusi yang diselenggarakan DPP PKB soal pemilihan gubernur di Jakarta, Minggu.

Muhaimin tidak membantah bahwa pemilihan secara langsung membawa dampak positif bagi masyarakat yakni memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi langsung untuk memilih pemimpinnya.

Tetapi, terkait dengan pemilihan gubernur, ia menjelaskan ada sejumlah alasan sehingga gubernur sebaiknya dipilih melalui DPRD yaitu kewenangan gubernur sangat terbatas dibandingkan dengan bupati dan wali kota.

Gubernur, katanya, lebih sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yang menjadi jembatan penghubung antara pusat dan daerah.

"Gubernur adalah fasilitator pemerintah pusat untuk kemudian mendorong pemerintah daerah mengorganisasi, konsolidasi, dan menyatukan pemerintah dan rakyat," katanya.

Selain itu biaya penyelenggaraan pemilihan gubernur secara langsung juga sangat tinggi, tetapi tidak sebanding dengan kewenangan yang dimiliki.

Muhaimin juga mengatakan masyarakat membutuhkan penyederhanaan dalam prosedur pemilihan yang tetap dalam koridor demokrasi.

"Kita terus menerus membutuhkan penyederhanaan prosedur pemilihan yang demokratis tetapi sesuai dengan kewenangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat," jelasnya.

Meski demikian, menurut dia, PKB masih akan terus mengkaji pemilihan gubernur melalui DPRD.

"Kita masih menggali sekali lagi agar putusan gubernur dipilih DPRD benar-benar matang sehingga bukan spontanitas semata dan berdasarkan pemikiran atas perlunya penyederhanaan proses demokrasi," katanya.

Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan rancangan Undang-Undang tentang pemilihan kepala daerah yang mengatur tentang pemilihan gubernur melalui DPRD.

Namun, usul pemilihan gubernur secara tidak langsung ini ditentang oleh sejumlah pihak karena dianggap sebagai bentuk kemunduran dalam demokrasi. (*)

10 Makanan Sehat Ini Bisa Bikin Gemuk


Banyak orang menganggap, konsumsi junk food sebagai penyebab terbesar kegemukan. Namun tahukah Anda, makanan sehat yang sering disantap pun dapat membuat pinggang melar.

Bagi yang sedang menjalani diet, mulai sekarang perhatikan makanan Anda agar diet yang dijalani tidak sia-sia. Berikut daftar makanan menyehatkan yang dapat membuat bobot tubuh melambung.

1. Sushi

Hati-hati buat penggila sushi. Sayuran dan rumput laut memang tercatat sebagai makanan rendah kalori, namun campuran krim keju atau mayonnaise, seafood membuat satu roll sushi memiliki kadar sekitar 500-600 kalori.

Kecap yang sering kita makan bersama dengan sushi pun dapat membuat bobot bertambah, karena kandungan sodiumnya membuat Anda ingin terus minum dan makan.

2. Buah yang dikeringkan

Buah yang dikeringkan ternyata memiliki kalori lebih banyak dibandingkan buah segar. Hal ini dikarenakan buar-buahan yang dikeringkan telah mengalami proses pengeringan yang menjadikannya lebih padat.

Contohnya, anggur segar memiliki 60 kalori per gelas, sedangkan kismis memiliki 460 kalori. Perlu Anda tahu, tak sedikit juga buah kering yang menggunakan gula tambahan sehingga jumlah kalorinya bisa lebih tinggi.

3. Granola

Menu sarapan sehat yang terdiri dari kacang dan gandum ini ternyata memiliki kalori sebesar 500 per mangkoknya. Heran? Ternyata penggunaan minyak yang membuatnya renyah membuat makanan ini memiliki jumlah kalori tinggi. Lebih baik memilih sereal lain dengan nutrisi yang sama namun sedikit minyak dan sugar.

4. Kopi susu

Biasanya Anda akan mencampurkan susu pada kopi hitam. Namun, ternyata hal ini adalah cara yang salah untuk mendapatkan kalsium. Jika meminum 2-3 cangkir kopi susu per hari maka Anda akan

mendapatkan 200 kalori atau lebih sama seperti mendapatkan kalori dari potongan besar butter yang berlemak tinggi.

5. Teh dalam kemasan

Banyak teh kemasan memakai gula atau madu sebagai pemanis. Satu botol teh ternyata memiliki hampir 200 kalori sama dengan satu botol soda.

6. Rengginang

Jika memakan rengginang, pasti Anda tidak akan bisa berhenti sampai habis. Makanan ini sebenarnya rendah lemak dan kalori, namun kandungan serat dan proteinnya sangat rendah. Bahkan keinginan untuk memakannya terus menerus yang menyebabkan substansi-subtansinya meningkat dalam tubuh Anda.

7. Burger sayuran

Tentu tidak memakai daging sapi pada burger memang dapat mengurangi kalori. Namun, tanpa daging pun Anda bisa mendapatkan 1000 kalori dari satu burger karena keju, bentuk roti yang besar, saus, dan mayonaise yang

membuatnya memiliki kadar kalori tinggi.

8. Jus buah

Siapa menyangka jus buah dapat membuat tubuh gemuk? Ternyata segelas jus kemasan bercitarasa jeruk atau apel memiliki 55 gram karbohidrat sama dengan satu potong roti. Dan kebanyakan jus yang beredar di pasaran mengandung sampai 12 sendok gula penuh.

9. Salad

Tidak ada yang lebih baik daripada sayuran yang tidak dicampur bumbu apapun. Penambahan keju, kacang, saus salad membuatnya kaya akan kalori bahkan lebih tinggi dari pasta.

10. Tahu

Anda akan mendapatkan sodium, kalori, lemak jenuh, dan bahkan gula dalam hidangan tahu. Namun, tahu bukan makanan yang akan membuat gemuk, namun cara mengolahnya yang bisa membuat kandungan kalori dalam makanan berbahan tahu menjadi tinggi.


Penasaran Apa Yang Menjadi Rahasia Seksualitas Para Wanita?

Sulit bagi pria untuk memahami keinginan pasangannya saat sedang bercinta. Biasanya, para wanita memang hanya mau berbagi rahasia seksualitas mereka pada sahabat dekatnya. Penasaran apa yang menjadi rahasia seksualitas para wanita? Askmen mengungkapnya.

1. Hasrat bercinta wanita bangkit menjelang menstruasi. Jasmine Leigh, seksolog yang dikutip dari Askmen menyebutkan bahwa hasrat bercinta wanita, atau libido biasanya bangkit menjelang dan saat menstruasi. Di masa-masa tersebut, hormon progesteron dalam tubuh wanita meningkat, sehingga memudahkannya untuk mencapai kepuasan seksual.

2. Mementingkan kualitas seks ketimbang kuantitas. Banyak pria yang merasa jantan saat berhasil menahan puncak kenikmatan seksnya. Apalagi jika kegiatan bercinta semakin panjang dan lama. Padahal sesungguhnya, wanita juga tidak menyukai kegiatan bercinta seperti itu. Wanita lebih mementingkan kelembutan pasangannya saat tengah bercinta, bukan pria yang bertindak bagai mesin.

3. Bersedia mencoba sesuatu yang baru. Wanita pun sama dengan pria. Terkadang hal baru dalam dunia seksualitas membuatnya tertarik. Banyak wanita yang bersedia melakukan 'pengalaman' seks baru dengan pasangannya. Jadi, para pria tak perlu ragu untuk meminta pasangannya mencoba hal baru saat bercinta.

4. Hasrat bangkit di pagi hari. Menurut Leigh, hasrat bercinta wanita juga bangkit di pagi hari. Tepatnya sebelum pukul 08.00 pagi, libido wanita tengah naik. Bagi Anda yang ingin memberi sensasi baru pada kehidupan seksual, memilih waktu bercinta di pagi hari bisa jadi pilihan.

Ayu Kinanti

Jabar Bangun 87 Puskesmas Poned Pada 2011

BANDUNG, (MK).- Jabar akan membangun 87 Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di 26 kabupaten/kota di provisi itu.

"Puskesmas PONED ini dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus mendongrak indeks kesehatan di Jawa Barat," kata Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan di Gedung Sate Bandung, Kamis.

Dalam rangka memulai pembangunan Puskesmas yang disiagakan untuk pelayanan kelahiran dan pascakelahiran tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama bersama 26 bupati dan wali kota di Jabar.
Dengan penandatanganan naskah kerja sama tersebut maka sebagai tanda dimulainya pengembangan 87 bangunan Puskesmas berfungsi PONED. Selain itu melaksanakan penyediaan alat kesehatan bagi 87 Puskesmas PONED baru dan 13 Puskesmas PONED lama.

Selain itu juga dilakukan penyediaan tenaga dokter dan bidan bagi 200 Puskemas PONED yang sudah ada dan tersebar di seluruh kawasan Jawa Barat.

"Program Puskesmas PONED ini merupakan upaya bersama provinsi bersama kabupaten dan kota di Jabar. Saya minta Pak Bupati dan Pak Wali Kota untuk mendukung program ini," kata gubernur.

Lebih lanjut, gubernur menyebutkan, indeks kesehatan masyarakat di Jawa Barat terus mengalami peningkatan. Indeks kesehatan masyarakat Jabar tahun 2009 tercatat 71,67 poin atau meningkat 0,34 poin dari tahun 2008.

"Peningkatan indeks kesehatan masyarakat nantinya berkontribusi terhadap kenaikan IPM Jabar," katanya.

Sementara itu upaya mendorong pembangunan kesehatan di Jawa Barat, provinsi itu mengalokasikan anggaran dari APBD Jabar 2011 sebesar Rp743,74 miliar atau 7,56 persen dari total APBD Jabar tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 125 persen dari anggaran kesehatan tahun sebelumnya yang hanya Rp329,2 miliar.

"Tahun 2010 alokasi dana kesehatan sebesar 4,9 persen dari total APBD, tahun ini prosentasenya 7,56 persen. Tahun 2012 anggaran kesehatan Jabar didorong prosentasenya 10 persen dari total APBD," kata Heryawan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Alma Luchyati menyebutkan tujuan kerja sama untuk mendukung peningkatan kualitas dan kapabilitas fasilitas pelayanan kesehatan guna mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Jawa Barat. (*)

Empat Rahasia Perempuan

Sulit bagi pria untuk memahami keinginan pasangannya saat sedang bercinta. Biasanya, para wanita memang hanya mau berbagi rahasia seksualitas mereka pada sahabat dekatnya. Penasaran apa yang menjadi rahasia seksualitas para wanita? Askmen mengungkapnya.

1. Hasrat bercinta wanita bangkit menjelang menstruasi. Jasmine Leigh, seksolog yang dikutip dari Askmen menyebutkan bahwa hasrat bercinta wanita, atau libido biasanya bangkit menjelang dan saat menstruasi. Di masa-masa tersebut, hormon progesteron dalam tubuh wanita meningkat, sehingga memudahkannya untuk mencapai kepuasan seksual.

2. Mementingkan kualitas seks ketimbang kuantitas. Banyak pria yang merasa jantan saat berhasil menahan puncak kenikmatan seksnya. Apalagi jika kegiatan bercinta semakin panjang dan lama. Padahal sesungguhnya, wanita juga tidak menyukai kegiatan bercinta seperti itu. Wanita lebih mementingkan kelembutan pasangannya saat tengah bercinta, bukan pria yang bertindak bagai mesin.

3. Bersedia mencoba sesuatu yang baru. Wanita pun sama dengan pria. Terkadang hal baru dalam dunia seksualitas membuatnya tertarik. Banyak wanita yang bersedia melakukan 'pengalaman' seks baru dengan pasangannya. Jadi, para pria tak perlu ragu untuk meminta pasangannya mencoba hal baru saat bercinta.

4. Hasrat bangkit di pagi hari. Menurut Leigh, hasrat bercinta wanita juga bangkit di pagi hari. Tepatnya sebelum pukul 08.00 pagi, libido wanita tengah naik. Bagi Anda yang ingin memberi sensasi baru pada kehidupan seksual, memilih waktu bercinta di pagi hari bisa jadi pilihan.

Ayu Kinanti

Selasa, 25 Januari 2011

Industri Diharapkan Dapat Bersaing Dipasar Dalam Negri Maupun Luar Negeri

KARAWANG, (MK).- Sejak diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1989 tentang Pengembangan Kawasan Industri, Kab. Karawang, saat ini jumlah industri di Kabupaten Karawang sebanyak 8.845 unit yang terdiri dari PMA 295 unit, PMDN 187 unit, non fasilitas 73 unit dan industri kecil 8.290 unit.

Semakin banyaknya investasi yang ditanamkan di Kabupaten Karawang, diharapkan dapat memperkokoh sinergitas antara sektor pertanian yang tangguh dan sektor industri yang maju dalam rangka memperkokoh struktur ekonomi kerakyatan. "Selain itu pembangunan industri diarahkan agar dapat menunjukan kemandirian, meningkatkan kemampuan bersaing baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri". Dikatakan Bupati Karawang Drs. H.Ade Swara, MH saat meresmikan PT. Chang Shin Indonesia, Selasa (25/1).

Lanjut Bupati, yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak adalah masalah lingkungan hidup, karena masih ada perusahaan yang tidak memperhatikan dampak negatif dari pengelolaan limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan. “Atas dasar itulah saya mengharapkan agar manajemen perusahaan dapat memperhatikan masalah limbah dengan baik dan benar sehingga tidak menjadi masalah dikemudian hari,” pesannya.

Bupati menambahkan, dirinya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang mengucapkan selamat, atas diresmikannya pabrik PT. Chang Shin Indonesia. “Mudah-mudahan keberadaan pabrik ini dapat memberikan kontribusi yang nyata terutama bagi upaya menciptakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat Kabupaten Karawang,” tambahnya.

Sekjen Kemenperin, Ansari Bukhari mengatakan, Indonesia merupakan salah satu produsen sepatu terbesar di dunia, yaitu berada di posisi keempat setelah China, Korea, dan Vietnam. “Hal ini tentunya sangat membanggakan, dimana nilai ekspor sepatu kita mencapai US$ 2 miliar," jelasnya

Bagi Indonesia, industri sepatu telah menjadi salah satu industri prioritas untuk dikembangkan dalam lima tahun ke depan. “Hal ini karena industri sepatu merupakan salah satu industri padat karya, dimana salah satu visi pemerintah saat ini adalah peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat,” imbuhnya.
Saat ini terdapat 388 produsen sepatu di seluruh Indonesia, dengan total nilai investasi mencapai US$ 500 juta. Industri sepatu tersebut sedikitnya telah berhasil menyerap tenaga kerja mencapai 450 ribu orang. “Dan hari ini jumlah tersebut telah bertambah sebesar 5.600 orang dengan diresmikannya PT. Chang Shin Indonesia,” tambahnya.

Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Mr. Kim Ho Young, dengan diresmikannya perusahaan ini, hubungan ekonomi dua Negara telah semakin kuat. Bahkan para pertemuan G-20 beberapa waktu lalau, volume perdagangan antara kedua Negara telah mencapai nilai lebih dari US$ 200 juta. “Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat dua kali lipat di masa yang akan dating,” ujarnya.

Mr. Kim Ho Young menambahkan, saat ini terdapat 1.300 perusahaan asal Korea Selatan di seluruh Indonesia, dengan jumlah karyawan mencapai 500 ribu orang. “Industri sepatu merupakan industri terbesar kedua setelah tekstil, dimana saat ini industri sepatu Korea Selatan di Indonesia berada di posisi keenam penyumbang devisa Negara diluar Migas,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT. Chang Shin Indonesia, Mr. Billy Kim menjelaskan, saat ini perusahaannya telah memiliki 1 gedung manufaktur dengan 8 line produksi. Dari delapan line tersebut, lima diantaranya telah berproduksi penuh, dan tiga lainnya masih dalam proses on the job training selama 8 minggu.
“Dengan peresmian ini, kami berharap PT. Chang Shin dapat berkembang, karyawan berkembang, dan masyarakat pun berkembang, sesuai dengan visi kami untuk mensejahterakan seluruh sumber daya manusia,” tambahnya. (*)

Senin, 24 Januari 2011

Wilayah Karawang Terdapat sejumlah Titik Rawan Bencana

KARAWANG, (MK).- Beberapa bagian wilayah Kabupaten Karawang terdapat sejumlah titik rawan bencana, khususnya bencana banjir, baik karena air pasang maupun karena curah hujan yang tinggi. Bahkan di sejumlah titik, bencana banjir rutin terjadi setiap tahun, seperti di daerah desa sedari maupun cemarajaya.


Dengan kondisi curah hujan saat ini yang terus meningkat, aparatur pemerintah daerah perlu melakukan langkah-langkah antisipatif guna menanggulangi bencana banjir tersebut, khususnya dalam upaya mengurangi penderitaan yang dialami oleh para korban banjir.


“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita perlu memetakan secara tepat wilayah-wilayah yang merupakan daerah rawan bencana,” Dikatakan Bupati Rapat Antisipasi Bencana Tahun 2011 di Gedung Singaperbangsa Lt. III. Rapat yang dipimpin oleh Bupati Karawang, H. Ade Swara, dihadiri oleh Wakil Bupati, Kapolres Karawang, Dandim 0604/Karawang, dan Kepala Kejaksaaan Negeri, Senin (24/1).


Menurut Bupati, hal ini karena pemetaan wilayah yang tepat dapat memudahkan sekaligus mengoptimalkan upaya kita dalam penanggulangan bencana. “Oleh karena itu, para camat dan kepala desa yang merupakan ujung tombak pemerintah di daerah, diharapkan dapat memberikan data-data yang tepat mengenai daerah rawan bencana di wilayah masing-masing, serta menyiapkan lokasi evakuasi bagi para korban banjir,” imbuhnya.


Bupati melanjutkan, hal lain yang perlu diantisipasi dalam penanggulangan bencana adalah kesiapan kita saat bencana tersebut datang. Kebutuhan obat-obatan, pangan, air bersih, tenda, serta posko bencana dan dapur umum merupakan elemen vital yang harus siap tatkala bencana terjadi. “Selain itu, alat komunikasi, evakuasi, dan kebutuhan personil pun harus diantisipasi sejak dini, sehingga mereka senantiasa siap saat dibutuhkan,” pesannya.


Di sisi lain, lanjut Bupati, sebagai daerah pertanian, bencana banjir yang terjadi di kab. Karawang tidak hanya melanda kawasan pemukiman warga, melainkan juga turut menyebabkan kerusakan di sawah-sawah. Pemetaan wilayah sawah rawan banjir, serta kondisi dan masa tanam padi di sawah tersebut merupakan elemen penting yang harus segera diinventarisir. “Dengan demikian kebutuhan bibit pasca bencana yang diperlukan untuk mengganti sawah-sawah yang rusak dapat diketahui,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Kantor Kesbang Pol Linmas Kab. Karawang, Sujana Ruswana menambahkan, bencana yang rutin terjadi di Kab. Karawang tidak hanya banjir, melainkan juga air pasang, tsunami, luapan air sungai, angin puting beliung, orang tenggelam, longsor, serta pencemaran industri. Untuk itu, pihaknya telah menyusun peta wilayah rawan bencana di Kab. Karawang. “Dari 30 kecamatan yang ada di Kab. Karawang, 21 kecamatan diantaranya termasuk dalam kategori rawan bencana,” tambahnya. (*)




Dede Yusuf Mundur sebagai calon MPP PAN Jabar.

Sebagian di antaranya minta agar panitia Muswil menghadirkan Dede Yusuf ke arena Muswil, agar peserta mengetahui secara jelas alasan dia mundur. Tetapi, akhirnya ditolak, karena dipandang tidak perlu.

Terkait kasus Dede Yusuf, Edi Darnadi setelah terpilih menjadi Ketua PAN Jabar mengatakan, sebenarnya dirinya berharap Dede Yusuf bisa bergabung dengan PAN Jabar. Hal itu akan dia komunikasikan dengan yang bersangkutan dan dengan Hatta Rajasa.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah Muswil Yana Ismayana mengatakan, selain program kerja, telah disusun juga rekomendasi ke luar. Agenda disusun dalam program kerja politik ke depan, PAN harus memenangkan pemilihan gubernur 2013, lalu meraih suara 15 persen dalam pemilu legislatif.

Ketua Fraksi PAN di DPRD Jabar Sukmana mengatakan, menyambut baik atas terpilihnya Edi Darnadi sebagai Ketua PAN Jabar menggantikan Muhammad Adib Zain. Pihaknya siap bekerja sama secara erat dengan ketua terpilih, sehingga bisa membawa kemajuan untuk daerah Jabar.

Usai penutupan muswil, Edi didampingi sekretaris panitia muswil Ijang Faisal dan lainnya, melakukan silaturahmi dengan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jabar Prof. Dr. Mahmud Safe’i di kantor Muhammadiyah. “Silaturahmi ini bertujuan baik, karena PAN memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan dari Muhammadiyah. Rencananya, juga Pak Edi akan bersilaturahmi dengan para tokoh Jabar dan lainnya,” ujar Ijang.

Ketua DPD PAN Kab. Ciamis Heri Dermawan mengatakan, sosok Edi Darnadi benar-benar menjadi harapan besar kader PAN untuk memajukan partai ini. Tidak heran, jika dalam proses pemilihan berlangsung secara aklamasi. “Saya harapkan kepengurusan baru di bawah Pak Edi Darnadi memang mencerminkan pembaharuan, serta soliditas. Pak Edi harus bisa menyatukan semua potensi yang ada, agar PAN utuh,” ujarnya. (*)

Edi Darnadi Terpilih Menjadi Ketua PAN Jabar


"Karena sebagian besar peserta meminta Pak Edi maju, maka akhirnya pemilihan dilakukan secara aklamasi," kata Buyung ketua panitia Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-3 PAN Jabar, Senin (24/1).

Edi Darnadi sendiri menyatakan siap atas keputusan memilih dirinya menjadi Ketua PAN Jabar. Edi berharap bisa membesarkan PAN ke depan serta menyatukan semua kekuatan yang ada di tubuh partai.(*)